the current me

hello, it’s me… bringing my own emotional baggage and my parents and family and friends and everyone i know and everyone i don’t know expectation on me trying to throw it away and then living my life the way i want it as simple as that as complicated as that

adakah pelukku adalah rumah?

adakah kau membangun rumah berbahan dasar dari kelebihan dan kekurangan dalam diriku? pernahkah kau ingin rebah lelah usap penat dalam dekap lenganku (yang barangkali) terasa seperti rumah? rumah persis wadah tempat segalanya tumpah tempat kembali tempat sembunyi adakah pelukku adalah rumah?

rinduku, tuan

rinduku, tuan sepanjang jalan yang kau tempuh satu diantaranya kutitipkan pada angin yang membelai pipimu saat kau berpanas dan berpeluh kutitipkan pula pada arunika dan senja yang curi-curi mencium kedua matamu yang lainnya kusimpan sendiri nanti kan ku tuang saat kau pulang siapkan pelukan tuk menampung ini rindu yang tidak terbilang

punggung

“memeluk punggungmu, kupastikan kau tidak akan ditikam dari belakang, bahkan oleh tangan masa lalu yang tak kelihatan.” – weslly johannes ketika butuh istirahat dan berbagi penat, punggungmu tempat merebah lelah. lebih nyaman dari harfiahnya sebuah rumah sayang bahkan hanya untuk memeluk punggungmu tanganku menggapai-gapai, anganku tak pernah sampai tidak ingin ku meminta banyak mendapati kau… Read More punggung